Rektor dan Wakil Rektor UNSOED Sosialisasikan SNMPTN di Satelit TV

Primary tabs

Rektor dan Wakil Rektor UNSOED Sosialisasikan SNMPTN di Satelit TV

Tahapan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017, sedang berlangsung. Unsoed terus menggelar sosialisasi tentang mekanisme SNMPTN, kali ini melalui media televisi lokal berkelas nasional yaitu Satelit TV (kanal 26 UHF frekuensi 511,25), Kamis (09/2). Dalam format Dialog Interaktif, sebagai narasumber Rektor, Dr. Achmad Iqbal, M.Si bersama Wakil Rektor Bidang Akademik/WR I, Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS, dan dipandu oleh Koordinator Pusat Edukasi dan Multimedia LPTSI UNSOED, Dian Bestari, M.I.Kom

Mengawali perbincangan, Rektor menyampaikan kebijakan Universitas Jenderal Soedirman dalam penerimaan mahasiswa baru di Unsoed 2017 adalah melalui SNMPTN dengan kuota 30%, SBMPTN 50%, dan SPMB Mandiri 20%. Pada jalur SNMPTN pola seleksi nasional yang berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/MA dan SMK dengan masa belajar 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK dengan masa belajar 4 (empat) tahun, serta Portofolio Akademik. Siswa juga harus mempunyai Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan tercantum/terdaftar PDSS secara online. Sedangkan bagi sekolah yang siswanya akan mengikuti SNMPTN harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Khusus untuk jalur SPMB Mandiri dimana terdapat perbedaan dari tahun sebelumnya, menggunakan nilai dari SBMPTN yang mendaftar di Unsoed. Pada tahun ini perbedaan juga pada kuota di Unsoed, SNMPTN 30%, SBMPTN 50%, dan SPMB Mandiri 20%. Berkaitan dengan biaya kuliah, Rektor menyampaikan bahwa Unsoed menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Seleksi penerimaan mahasiswa baru yang dilihat adalah potensi akademiknya. Setelah masuk / diterima secara akademik kemudian secara sistem masuk ke level dalam UKT”, ungkap Rektor.

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Akademik/WR I, menyampaikan tahapan SNMPTN sudah berjalan yaitu tahap pengisian PDSS pada 14 Januari - 10 Februari 2017, verifikasi PDSS 15 Januari - 12 Februari 2017. Untuk sekolah yang memiliki akreditasi A boleh mengirimkan 50% siswa terbaiknya, akreditasi B 30% terbaik di sekolahnya, akreditasi C 10% terbaik di sekolahnya, dan belum terakreditasi 5% terbaik di sekolahnya. “Untuk pemeringkatan akan dilaksanakan oleh panitia pusat”, jelas WR I. WR I juga memberikan catatan bahwa didalam seleksi SNMPTN ini, pemilihan program studi harus linier. Jika disekolah jurusan IPS maka harus memilih program studi IPS, dan jika di sekolah jurusan IPA maka harus memilih program studi IPA.

Dialog interaktif berlangsung menarik dengan banyaknya pertanyaan dari masyarakat berkaitan proses pengisisan PDSS, mekanisme pendaftaran, fasilitas kampus sampai dengan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi.

Setelah pengisian dan verifikasi PDSS, tahapan selanjutnya yaitu pendaftaran SNMPTN pada 21 Februari - 6 Maret 2017, Pencetakan Kartu Tanda Peserta SNMPTN 14 Maret - 14 April 2017, Proses Seleksi 15 Maret - 15 April 2017, dan Pengumuman Hasil Seleksi 26 April 2017. Proses verifikasi dan/atau pendaftaran ulang di PTN masing-masing bagi yang lulus seleksi 16 Mei 2017 bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2017.

Pedoman SNMPTN dapat diunduh pada laman http://www.snmptn.ac.id. Selain itu, bagi pendaftar yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, maka dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan yang pendaftarannya dilakukan melalui laman http://belmawa.ristekdikti.go.id/bidikmisi. Informasi resmi juga dapat diperoleh melalui http://halo.snmptn.ac.id, dan call center 08041 450 450.

Maju Terus Pantang Menyerah